Peraturan Lompat Tinggi

michael_jordan_drunkMAKALAH ATLETIK

SKEMA LAPANGAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN LOMPAT TINGGI

Untuk memenuhi tugas matakuliah

T&P Atletik II

Yang dibina oleh Bpk.Mardiyanto

Oleh:

Aditya Suhendra         107161410204

Edo Rachmad             A         107161410205

Putri Norma Yurissa   107161410207

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN

PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI

Mei 2008

KATA PENGANTAR

Marilah bersama-sama kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah diberikan kepada kita, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar. Makalah yang berjudul ”SKEMA LAPANGAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN LOMPAT TINGGI” ini lebih memfokuskan untuk gambaran umum lapangan, peraturan serta pengembangannya.

Buku ini disusun guna sebagai panduan untukmengetahui gambaran umum dan khusus mengenai lompat tinggi serta memahami peraturan yang berlaku dalam perlombaan lompat tinggi. Selain itu juga dapat digunakan untuk menambah wawasan sekilas mengenailompat tinggi. Dalam buku ini dikupas ringkas mengenai informasi sekitar lompat tinggi serta aturan secara umum.

Akhirnya tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk semua pihak yang ikut serta membantu dalam penyelesaian makalah ini. Saran dan kritik sangat kami harapkan sebagai usaha untuk penyempurnaan makalah kami selanjutnya.

Malang, 22 Desember 2008

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                                     2

Daftar Isi                                                                                                                               3

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar belakang                                                                                                       4

1.2 Rumusan masalah                                                                                                  4

1.3 Tujuan Pembahasan                                                                                               4

Bab II Pembahasan

2.1 Peraturan Perlombaan Lompat Tinggi                                                                 5

2.2 Skema umum lapangan lompat tinggi                                                                11

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan                                                                                                          12

Daftar Pustaka                                                                                                                                13

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Berlariari dan melompat  merupakan salah satu gerakan dasar manusia yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada jaman purba gerakan seperti lari dan melompat sangat berarti sekali untuk mempertahankan hidup guna mencari perburuan sehingga dapat melangsungkan hidup pada saat itu. Dalam kehidupan masa kini lari dan lompat justru di gunakan sebagai jalur prestasi dalam salah satu nomor olahraga athletik.

Dalam perkembangannya melompat dalam nomor olahraga athetik dapat di kategorikan menjadi 4 cabang salah satunya adalah lompat tinggi. Lompat tinggi adalah salah satu nomor cabang olahraga athletik yang diperlombakan dalam olimpiade. Dalam lompat tinggi dibagi menjadi 4 gaya yaitu:

  1. Gaya gunting
  2. Gaya flop
  3. Gaya guling perut
  4. Gaya guling punggung

Adapun peraturan dan gambar lapangan dari lompat tinggi akan kami bahas secara rinci dalam format makalah yang kami susun di bawah ini.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 bagimana skema umum lapangan pada olahraga atletik pada nomor lompat tinggi?

1.2.2. bagimana peraturan olahraga atletik pada nomor lompat tinggi?

1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Mahasiswa dapat mengetahui dan membuat skema umum lapangan pada olahraga      atletik pada nomor lompat tinggi.

1.3.2 Mahasiswa dapat menjelaskan dan menjalankan peraturan olahraga atletik pada nomor lompat tinggi.

BAB II

PEMBAHASAN

Peraturan-peraturan pada nomor lompat tinggi

2.1 Skema Umum Lapangan Lompat Tinggi

  • Jalur ancang-ancang dan area/tempat bertolak

-Syarat-syarat :

  1. Panjang minimum jalur ancang-ancang haruslah 15m kecuali dalam perlombaan minimumnya adalah 20m.
  2. Bila kondisi mengijinkan panjang minimum harus 25m
  3. .Kemiringan keseluruhan maksimum jalur ancang-ancang dan tempat bertolak/ bertumpu harus tidak melebihi 1: 250 dalam arah ke pusat mistar lompat.
  4. Daeran bertumpu/bertolak haruslah yang datar.
  • Tiang Lompat

-Syarat-Syarat:

  1. Semua bentuk dan model tiang lompat dapat digunakan asalkan mereka itu kaku-kekar.
  2. Tiang memiliki  penopang yang kaku dan kokoh untuk misatar
  3. Tiang lompat haruslah cukup tinggi untuk melebihi tiang sebenarnya terhadap mana mistar lompat dinaikkan dengan minimum 10cm
  4. Jarak antara tiang lompat harus tidak kurang  dari 4.00 m juga tidak melebihi dari 4.04 m.
  5. Tiang lompat/tiang harus tidak dipindah selama perlombaan berlangsung kecuali bila wasiit memikirkan bahwa apakah tempat bertumpu ataukah tempat pendratan menjadi tidak sesuai lagi. Dalam hal ini perlombaan harus dilakukan hanya setelah satu ronde/ babak telah lengkap selesai dilakukan.
  • Penopang dan Mistar

-Syarat-syarat :

  1. Penopang harus datar dan segi empat 4 cm lebar kali 6 cm panjang.
  2. Penopang harus terpasang kokoh pada tiang lompat dan diletakkan saling berhadapan.
  3. Mistar lompat harus terbuat dari fiberglass atau materi atau bahan lain yang cocok namu bukan dari metal, bagian tengahnya / potongan melintangnya bulat silindris kecuali pada kedua ujung mistar.
  4. Berat maksimum mistar lompat tinggi harus 2 kg.
  5. Garis tengah/ diameter pada bagian mistar yang bulat silindris haruslah 30mm ( kurang lebih 1mm )
  6. Mistar lompat harus terdiri dari 3 bagian yaitu bagian batang yang silindris dan dua buah ujung mistar, yang masing-masing 30-35 mm lebar dan 15-20 cm panjang untuk maksud meletakkannya pada penopang pada tiang lompat.ssss
  7. Ujung mistar lompat  harus duduk dan terletak di atas sedemikian rupa, sehingga bila mistar disentuh oleh pelompat denn\gan mudah akan jatuh ke tanah baikdi depan maupun di belakang.
  8. Penopang tidak boleh dibungkus dengan karet atau dengan bahan lain yang memiliki efek menambah friksi/ geseran antara mereka dengan permukaa mistar lompat, juga tidak dibenarkan memakai pir/ pegas apapun.
  • Tempat Pendaratan

-Syarat-syarat :

  1. Tempat pendaratan tidak berukuran kurang dari 5m x 3m.
  1. Tempat pendaratan harus tidak lebih sempit / kecil dari pada 6m x 4m x 0.7 m

2.2 Peraturan perlombaan Lompat tinggi

Sebelum perlombaan dimulai,  ketua Judge/ Juri harus mengumumkan kepada segenap peserta lomba tentang tinggi mistar permulaan dan tinggi berikutnya, berapa mistar lompat akan dinaikkan pada akhir tiap babak/ ronde, sampai tinggal hanya ada satu orang atlet peserta lomba yang tersisa yang tersisa yang memenangkan perlombaan, atau terjadi hasil sama untuk kedudukan pertama.

Latihan pemanasan pada Arena Perlombaan

  1. Pada arena perlombaan dan sebelum dimulai event lomba, tiap peserta lomba boleh melakukan latihan praktik lomba ( practice trials )
  2. Sekali perlombaan telah dimulai, peserta lomba tidak diizinkan untuk menggunakan sarana dan prasarana untuk maksud-maksud latihan, meliputi:
  1. Jalur ancang-ancang/awalanatau area bertolak atau bertumpu,
  2. Perlatan lomba

Tanda-tanda/marka-marka

Dalam semua event lapangan apabila suatu jalur ancang-ancang digunakan, tanda-tanda/marka-marka harus di tetapkan di sepanjang jalur awalan itu, kecualai untuk lompat tinggi dimana marka itu dapat di pasang pada jalur awalan. Seorang peserta lomba boleh menggunakan satu atau dua marka (di sediakan dan di sahkan oleh panitia penyelenggara) guna membantu dia dalam melakukan lari ancang-ancang dan bertolak. Bila marka demikian tidak tersediakan, dia boleh menggunakan pita perekat namun bukan kapur atau zat yang mirip, yang meninggalkan bekas yang sukar di hapus.

Urutan lomba

Para peserta lomba harus berlomba dalam suatu urutan hasil dari suatu undian. Apabila ada babak kualifikasi, ini harus diadakan undian baru lagi untuk babak final.

Giliran lomba (Trials)

Dalam semua lomba nomor lapangan, kecuali lomba lompat tinggi dan lompat tinggi galah, dan pesertanya lebih dari 8 orang atlet, tiap peserta lomba berhak melakukan 3 kali giliran lomba dan 8 peserta  lomba dengan prestasi sah terbaik berhak mengikuti 3 kali giliran lomba tambahan. Dalam event dengan hasil sama untuk kedudukan kualifikasi terakhir, ini harus dipecahkan seperti dijelaskan pada butir 20 dibawah ini.

Apabila peserta itu hanya 8 atau lebih sedikit, tiap peserta berhak mendapatkan 6 x giliran lomba. Dalam kedua kasus urutan berlomba untuk 3 babak terakhir akan diatur dengan urutan kebalikan kepada ranking yang dicatat setelah 3 x giliran lomba yang pertama.

Catatan: kecuali untuk lompat tinggi dan lompat tinggi galah, tidak ada peserta lomba yang diijinkan melakukan giliran lomba melebihi 1 x giliran lomba yang dicatat didalam salah satu babak dari perlombaan.

Dalam semua perlombaan atletik internasional, kecuali kejuaraan dunia (out door, junior, indoor dan pemuda) dan olimpiade, jumlah giliran lomba dalam event lapangan horizontal boleh dikurangi. Hal ini harus diputuskan oleh badan nasional atau internasional yang mengatur atau mengontrol perlombaan dimaksud.

Panjang keseluruhan mistar lompat harus 4,00 meter pada lompat tinggi dan 4,50 meter pada lompat galah. Berat max mistar lompat harus 2 kg pada lompat tinggi dan 2,25 kg pada lompat galah. Diameter atau garis tengah pada bagian mistar yang bulat haruslah 30 mm. Mistar lompat harus terdiri dari 3 bagian batang silinder dan 2 buah ujung mistar yang masing-masing 30-35 mm lebar dan 15-20 cm panjang untuk maksud meletakkanya pada tiang lompat.

Bila hasil sama

  1. Bila terjadi hasil sama pemecahanya sebagai berikut:
    1. Peserta dengan jumlah lompatan yang terkecil pada ketinggian dimana “hasil sama” terjadi, harus diberikan kedududkan yang lebih tinggi.
    2. Bila hasil sama itu masih tetap, peserta lomba dengan jumlah kegagalan terkecil selama perlombaan sampai dengan ketinggian yang terakhir yang dilewatinya, harus diberikan kedudukan yang lebih tinggi.
    3. Bila hasil sama itu masih tetap :
      1. Kalau ini menyangkut kedudukan pemenang atau juara 1, peserta yang membuat hasil sama harus melakukan lompatan sekali lagi pada ketinggian terendah dimana mereka yang terlibat pada hasil sama telah kehilangan haknya untuk meneruskan lomba, dan bila tidak ada keputusan yang dapat dicapai, maka mistar lompat akan dinaikkan bila atlit-atlit yang membuat hasil sama adalah berhasil, atau diturunkan apabila tidak berhasil, yaitu 2 cm untuk lompat tinggi dan 5 cm untuk lompat galah. Mereka kemudian mencoba 1 x lompatan pada setiap ketinggian sampai hasil sama terpecahkan. Para peserta lomba yang membuat hasil sama harus melompat pada setiap kesempatan ketika memecahkan masalah hasil sama ini.
      2. Apabila ini menyangkut kedudukan yang lain, maka peserta lomba yang hasilnya sama harus diberikan posisis yang sama dalam perlombaan itu.

Peserta harus bertolak pada satu kaki

Seorang peserta gagal apabila:

a)      Setelah melompat mistar lompat tidak tetap berada pada penopangnya dikarenakan gerakan si atlit waktu sedang melompat.

b)      Dia menyentuh tanah termasuk daerah pendaratan di balik bidang tegak dari sisi dengan lebih dekat tiang lompat,baik itu daintara atau di luar tiang lompat dengan salah satu bagian dari tubuhnta, tanpa pertama kali melewati mistar lompat. Namun, bila dia melompat seorang peserta lomba menyentuh tempat pendaratan dengan kakinya dan menurut pendapat Judge/juri tidak memperoleh keuntungan, maka lompatan dengan alasa itu harus tidak dinilai sebagai suatu kegagalan.

Catatan : Untuk membantu meng-implementasikan peraturan, suatu garis putih lebar 50mm harus diletakkan dengan titik 3m di luar tiap-tiap tiang, sisi yang lebih dekat ke garis diletakkan sepanjang bidang yang lebih dekat dengan sisi tiang lompat.

Jalur ancang-ancang dan area atau tempat bertolak.

Panjang minimum jalur ancang-ancang haruslah 15 meter kecuali dalam perlombaan berdasar pasal 1.1 a), b), dan c) dimana panjang minimumnya adalah 20 meter, bila kondisinya mengijinkan panjang minimum adalah 20 meter. Kemiringan keseluruhan maksimum jalur ancang-ancang dan tempat bertolak atau bertumpu harus tidak melebihi 1:250 dalam arah ke pusat mistar lompat. Daerah tempat bertolak atau bertumpu harus datar.

Peralatan

Tiang lompat. Semua bentuk dan model tiang lompat dapat digunakan, asalkan mereka itu kaku dan kekar. Tiang itu mempunyai penopang yang kokoh untuk mistar lompat. Tiang lompat ini haruslah cukup tinggi untuk melebihi tinggi sebenarnya terhadap mana kistar lompat dinaikkan dengan minimum 10 cm. Jarak antara tiang lompat harus tidak kurang dari 4 meter juga tidak melebihi dari 4,04 meter.

Tiang lompat atau tiang harus tidak dipindah atau tidak dirubah selama perlombaan berlangsung kecuali jika wasit memfikirkan bahwa apakah tempat bertumpu atau bertolak ataukah tempat pendaratan tidak sesuai lagi. Dalam hal ini perubahan harus dilakukan hanya setelah satu ronde atau babak setelah lengkap selesai dilakukan.

Penopang dan mistar. Penopang ini harus datar dan segi empat, 4 cm lebar x 6 cm panjang. Ini harus terpasang kokoh pada tiang lompat dan diletakkan saling berhadapan. Ujung mistar lompat harus duduk atau terletak diatas penopang sedemikian rupa, sehingga bila mistar disentuh oleh pelompat ini dengan mudah akan jatuh ketanah baik kedepan maupun kebelakang.

Penopang tidak boleh dibungkus dengan karet atau dengan bahan lain yang memiliki efek menambah friksi atau geseran antara mereka dengan permukaan mistar lompat, juga tidak dibenarkan memakai per atau pegas apapun.

Gambar skema umum lapangan lompat tinggi

Tempat pendaratan.

Tempat pendaratan berukuran tak kurang dari 5 meter x 3 meter. Tempat pendaratan harus tidak lebih kecil atau sempit daripada 6 meter x 4 meter x 0,7 meter.

Bab III

Penutup

3.1 Kesimpulan

Panjang minimum jalur ancang-ancang haruslah 15m kecuali dalam perlombaan minimumnya adalah 20m. Bila kondisi mengijinkan panjang minimum harus 25m,

kemiringan keseluruhan maksimum jalur ancang-ancang dan tempat bertolak/ bertumpu harus tidak melebihi 1: 250 dalam arah ke pusat mistar lompat.

Daeran bertumpu/bertolak haruslah yang datar.

Tiang lompat haruslah cukup tinggi untuk melebihi tiang sebenarnya terhadap mana mistar lompat dinaikkan dengan minimum 10cm

Jarak antara tiang lompat harus tidak kurang  dari 4.00 m juga tidak melebihi dari 4.04 m.

3.2 Saran

Penulis menyadari bahwa tugas ini tersusun dalam bentuk yang masih sederhana sehingga masih banya kekurangan dan kelemahannya, walaupun kami sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. Maka dari itu saran yang membangun kami harapkan demi kesempurnaan pembuatan tugas berikutnya. Dan penulis juga berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi diri penulis sendiri dan bahkan bagi pembaca yang lain.

Daftar Pustaka

Perturan perlombaan atletik edisi 2004-2005

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: